Minggu, 17 Juli 2016

Jangan Menyia-nyiakan Ketulusan Seseorang yang Mencintaimu



Kamu tau..
ketika kamu merasa sempurna, merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri. Tidak ada orang yang menemani hidupmu.
Segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan. Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri.

Kamu tau.. ketika kamu merasa banyak orang yang akan jatuh cinta padamu dan mencintaimu, saat itu kamu tidak akan menyadari bahwa kamu akan dibutakan oleh semua itu.

Kamu tidak akan menyadari saat seseorang yang dengan tulusnya mencintaimu telah kamu sia-siakan.

Kamu tidak akan tau bagaimana orang itu dengan hatinya yang ikhlas
menerima segala perlakuanmu, sikap dinginmu, ketidakperdulianmu bahkan (mungkin) pengkhianatan yang telah kamu lakukan padanya.

Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyianyiakan cintanya karena pikiranmu yang mengatakan bahwa kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari dia.. bahwa dia bukanlah segala-galanya buatmu dan tak akan berarti apa-apa.. bahwa kamu
bisa mendapatkan orang yang lebih baik darinya dan kamu akan banyak dicintai oleh orang lain
selain dia.

Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyianyiakan
cintanya karena kamu pun begitu sibuk memperhatikan yang lain.
Kamu tak akan menyadari kasih sayangnya yang tulus kepadamu.
Kamu tak akan menyadari
cintanya yang mencintaimu begitu
sederhana..namun sempurna.

Kamu lupa bukan banyak cinta dan kesenangan yang kamu cari dalam hidupmu.
Kamu lupa bukanlah kecantikan, ketampanan, keindahan yang kamu butuhkan untuk melengkapi hidupmu.. tapi seseorang yang memiliki hati bersih dan tulus yang menerima segala kelebihan dan kekuranganmu, yang tidak
menuntutmu untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu, yang tak pernah meminta imbalan
apapun.. kecuali berharap kamu mencintai dia setulus hatimu.

Berharap kamu mampu menyadari bahwa cintanya berharga TAPI kamu akan melupakan segalanya
itu jika kamu tertutupi oleh
kepercayaan dirimu yang
berlebihan sehingga
menjadikanmu sosok yang
sombong dan keegoisanmu yang begitu besar, Lalu kamu akan melewatkan kesempatanmu mendapatkan
kesempurnaan dalam hidupmu pada saat kamu meninggalkannya.



Lalu ketika kamu tengah dalam keterpurukan, berada dalam kesendirian dan kesepian ditengah kehidupanmu.. kamu
tidak memiliki siapa-siapa.
Ketika kamu menginginkan ada ketulusan yang diberikan seseorang padamu, semua orang
yang kamu harapkan menjauh dan tak bisa memberikan ketulusan
yang kamu harapkan. Semua orang yang kamu harapkan malah
pergi meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan mereka dan
kamu sangat kecewa.

Lalu kamu akan teringat padanya, pada seseorang yang pernah mencintaimu dengan hatinya yang
tulus seperti yang kamu harapkan saat ini.
Lalu kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu padanya.

Kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu yang tak pantas padanya.
Bagaimana kamu menyia-nyiakan hidupnya, waktunya dan cintanya.

Bagaimana kamu membuatnya jatuh didalam kekecewaan dan kesedihan. Bagaimana kamu mendera hatinya yang tulus mencintai kamu dengan luka-luka.

Tiba-tiba kamu sangat
merindukannya, menginginkan dia ada disampingmu, menemanimu melewati keterpurukanmu.
Kamu merindukan segala
kesabaran yang dia berikan padamu. Kamu
merindukan saat-saat canda tawa bersamanya dulu. Kamu merindukan perhatian yang selalu
ia berikan padamu. Kamu
merindukan dia yang selalu menantikanmu.
Kamu merindukan dia yang selalu memujamu. Kamu merindukan
kasih sayangnya bahkan kamu sangat ingin memiliki kasih sayangnya kembali.
Kamu sangat sangat ingin
memeluknya dengan erat,
mendekap dirinya, segala
ketulusan yang ada pada dirinya yang tak akan pernah lagi kamu temukan dalam diri orang lain yang pernah dekat dalam
hidupmu.

Saat itu, kamu akan menyadari dia yang telah kamu sia-siakan itu adalah sosok yang kuat, yang
selalu berjuang untuk mu,
cintanya yang mampu
menanggung kesedihan dan beban yang kamu berikan padanya.

Yang tidak pernah
meninggalkanmu walaupun saat itu dia punya seribu alasan untuk
meninggalkanmu.

Yang tidak pernah meninggalkanmu yang seringkali kamu menyakitinya.
Yang selalu menjagamu agar tak tersakiti sedikitpun.

Yang selalu memperhatikanmu
yang seringkali kamu mengabaikannya.
Yang dengan beraninya tetap mencintai kamu meski kamu yang selalu membuatnya sedih dengan segala sikap dan
perbuatanmu.

Sosok yang menerima segala kekurangan dan keegoisanmu dengan
hatinya yang terluka.

Sosok yang menerima segala perlakuanmu yang acuh tak acuh terhadap perasaannya dengan
kesabarannya.

Sosok yang memberimu cinta, senyum, rasa bangga, hingga air matanya yang mengalir.. Semua hanya karena dirimu.

Sosok yang tetap setia padamu yang sering membiarkan dia kesepian.

Sosok yang tetap menginginkanmu,
membutuhkanmu meski kamu yang tidak pernah hadir untuknya dikala kamu adalah orang yang paling ia butuhkan lebih dari siapapun.

Sosok yang selalu memaafkanmu yang seringkali kamu mengulangi kesalahan yang sama :)
Kamu tau.. ketika kamu merasa sempurna, merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri. Tidak ada orang yang menemani hidupmu. Segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan. Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/marken.nainggolan/jangan-menyia-nyiakan-ketulusan-seseorang-yang-mencintaimu-bagian-1_54f5f89ca333117d028b469a
Kamu tau.. ketika kamu merasa sempurna, merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri. Tidak ada orang yang menemani hidupmu. Segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan. Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/marken.nainggolan/jangan-menyia-nyiakan-ketulusan-seseorang-yang-mencintaimu-bagian-1_54f5f89ca333117d028b469asczczzs
Kamu tau.. ketika kamu merasa sempurna, merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri. Tidak ada orang yang menemani hidupmu. Segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan. Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/marken.nainggolan/jangan-menyia-nyiakan-ketulusan-seseorang-yang-mencintaimu-bagian-1_54f5f89ca333117d028b469a
Kamu tau.. ketika kamu merasa sempurna, merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri. Tidak ada orang yang menemani hidupmu. Segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan. Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri. Kamu tau.. ketika kamu merasa banyak orang yang akan jatuh cinta padamu dan mencintaimu, saat itu kamu tidak akan menyadari bahwa kamu akan dibutakan oleh semua itu. Kamu tidak akan menyadari saat seseorang yang dengan tulusnya mencintaimu telah kamu sia-siakan. Kamu tidak akan tau bagaimana orang itu dengan hatinya yang ikhlas menerima segala perlakuanmu, sikap dinginmu, ketidakperdulianmu bahkan (mungkin) pengkhianatan yang telah kamu lakukan padanya. Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyianyiakan cintanya karena pikiranmu yang mengatakan bahwa kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari dia.. bahwa dia bukanlah segala-galanya buatmu dan tak akan berarti apa-apa.. bahwa kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik darinya dan kamu akan banyak dicintai oleh orang lain selain dia. Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyianyiakan cintanya karena kamu pun begitu sibuk memperhatikan yang lain. Kamu tak akan menyadari kasih sayangnya yang tulus kepadamu. Kamu tak akan menyadari cintanya yang mencintaimu begitu sederhana..namun sempurna. Kamu lupa bukan banyak cinta dan kesenangan yang kamu cari dalam hidupmu. Kamu lupa bukanlah kecantikan, ketampanan, keindahan yang kamu butuhkan untuk melengkapi hidupmu.. tapi seseorang yang memiliki hati bersih dan tulus yang menerima segala kelebihan dan kekuranganmu, yang tidak menuntutmu untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu, yang tak pernah meminta imbalan apapun.. kecuali berharap kamu mencintai dia setulus hatimu. Berharap kamu mampu menyadari bahwa cintanya berharga TAPI kamu akan melupakan segalanya itu jika kamu tertutupi oleh kepercayaan dirimu yang berlebihan sehingga menjadikanmu sosok yang sombong dan keegoisanmu yang begitu besar, Lalu kamu akan melewatkan kesempatanmu mendapatkan kesempurnaan dalam hidupmu pada saat kamu meninggalkannya. Lalu ketika kamu tengah dalam keterpurukan, berada dalam kesendirian dan kesepian ditengah kehidupanmu.. kamu tidak memiliki siapa-siapa. Ketika kamu menginginkan ada ketulusan yang diberikan seseorang padamu, semua orang yang kamu harapkan menjauh dan tak bisa memberikan ketulusan yang kamu harapkan. Semua orang yang kamu harapkan malah pergi meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan mereka dan kamu sangat kecewa. Lalu kamu akan teringat padanya, pada seseorang yang pernah mencintaimu dengan hatinya yang tulus seperti yang kamu harapkan saat ini. Lalu kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu padanya. Kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu yang tak pantas padanya. Bagaimana kamu menyia-nyiakan hidupnya, waktunya dan cintanya. Bagaimana kamu membuatnya jatuh didalam kekecewaan dan kesedihan. Bagaimana kamu mendera hatinya yang tulus mencintai kamu dengan luka-luka. Tiba-tiba kamu sangat merindukannya, menginginkan dia ada disampingmu, menemanimu melewati keterpurukanmu. Kamu merindukan segala kesabaran yang dia berikan padamu. Kamu merindukan saat-saat canda tawa bersamanya dulu. Kamu merindukan perhatian yang selalu ia berikan padamu. Kamu merindukan dia yang selalu menantikanmu. Kamu merindukan dia yang selalu memujamu. Kamu merindukan kasih sayangnya bahkan kamu sangat ingin memiliki kasih sayangnya kembali. Kamu sangat sangat ingin memeluknya dengan erat, mendekap dirinya, segala ketulusan yang ada pada dirinya yang tak akan pernah lagi kamu temukan dalam diri orang lain yang pernah dekat dalam hidupmu. Saat itu, kamu akan menyadari dia yang telah kamu sia-siakan itu adalah sosok yang kuat, yang selalu berjuang untuk mu, cintanya yang mampu menanggung kesedihan dan beban yang kamu berikan padanya. Yang tidak pernah meninggalkanmu walaupun saat itu dia punya seribu alasan untuk meninggalkanmu. Yang tidak pernah meninggalkanmu yang seringkali kamu menyakitinya. Yang selalu menjagamu agar tak tersakiti sedikitpun. Yang selalu memperhatikanmu yang seringkali kamu mengabaikannya. Yang dengan beraninya tetap mencintai kamu meski kamu yang selalu membuatnya sedih dengan segala sikap dan perbuatanmu. Sosok yang menerima segala kekurangan dan keegoisanmu dengan hatinya yang terluka. Sosok yang menerima segala perlakuanmu yang acuh tak acuh terhadap perasaannya dengan kesabarannya. Sosok yang memberimu cinta, senyum, rasa bangga, hingga air matanya yang mengalir.. Semua hanya karena dirimu. Sosok yang tetap setia padamu yang sering membiarkan dia kesepian. Sosok yang tetap menginginkanmu, membutuhkanmu meski kamu yang tidak pernah hadir untuknya dikala kamu adalah orang yang paling ia butuhkan lebih dari siapapun. Sosok yang selalu memaafkanmu yang seringkali kamu mengulangi kesalahan yang sama :)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/marken.nainggolan/jangan-menyia-nyiakan-ketulusan-seseorang-yang-mencintaimu-bagian-1_54f5f89ca333117d028b469a
Kamu tau.. ketika kamu merasa sempurna, merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri. Tidak ada orang yang menemani hidupmu. Segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan. Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri. Kamu tau.. ketika kamu merasa banyak orang yang akan jatuh cinta padamu dan mencintaimu, saat itu kamu tidak akan menyadari bahwa kamu akan dibutakan oleh semua itu. Kamu tidak akan menyadari saat seseorang yang dengan tulusnya mencintaimu telah kamu sia-siakan. Kamu tidak akan tau bagaimana orang itu dengan hatinya yang ikhlas menerima segala perlakuanmu, sikap dinginmu, ketidakperdulianmu bahkan (mungkin) pengkhianatan yang telah kamu lakukan padanya. Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyianyiakan cintanya karena pikiranmu yang mengatakan bahwa kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari dia.. bahwa dia bukanlah segala-galanya buatmu dan tak akan berarti apa-apa.. bahwa kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik darinya dan kamu akan banyak dicintai oleh orang lain selain dia. Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyianyiakan cintanya karena kamu pun begitu sibuk memperhatikan yang lain. Kamu tak akan menyadari kasih sayangnya yang tulus kepadamu. Kamu tak akan menyadari cintanya yang mencintaimu begitu sederhana..namun sempurna. Kamu lupa bukan banyak cinta dan kesenangan yang kamu cari dalam hidupmu. Kamu lupa bukanlah kecantikan, ketampanan, keindahan yang kamu butuhkan untuk melengkapi hidupmu.. tapi seseorang yang memiliki hati bersih dan tulus yang menerima segala kelebihan dan kekuranganmu, yang tidak menuntutmu untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu, yang tak pernah meminta imbalan apapun.. kecuali berharap kamu mencintai dia setulus hatimu. Berharap kamu mampu menyadari bahwa cintanya berharga TAPI kamu akan melupakan segalanya itu jika kamu tertutupi oleh kepercayaan dirimu yang berlebihan sehingga menjadikanmu sosok yang sombong dan keegoisanmu yang begitu besar, Lalu kamu akan melewatkan kesempatanmu mendapatkan kesempurnaan dalam hidupmu pada saat kamu meninggalkannya. Lalu ketika kamu tengah dalam keterpurukan, berada dalam kesendirian dan kesepian ditengah kehidupanmu.. kamu tidak memiliki siapa-siapa. Ketika kamu menginginkan ada ketulusan yang diberikan seseorang padamu, semua orang yang kamu harapkan menjauh dan tak bisa memberikan ketulusan yang kamu harapkan. Semua orang yang kamu harapkan malah pergi meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan mereka dan kamu sangat kecewa. Lalu kamu akan teringat padanya, pada seseorang yang pernah mencintaimu dengan hatinya yang tulus seperti yang kamu harapkan saat ini. Lalu kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu padanya. Kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu yang tak pantas padanya. Bagaimana kamu menyia-nyiakan hidupnya, waktunya dan cintanya. Bagaimana kamu membuatnya jatuh didalam kekecewaan dan kesedihan. Bagaimana kamu mendera hatinya yang tulus mencintai kamu dengan luka-luka. Tiba-tiba kamu sangat merindukannya, menginginkan dia ada disampingmu, menemanimu melewati keterpurukanmu. Kamu merindukan segala kesabaran yang dia berikan padamu. Kamu merindukan saat-saat canda tawa bersamanya dulu. Kamu merindukan perhatian yang selalu ia berikan padamu. Kamu merindukan dia yang selalu menantikanmu. Kamu merindukan dia yang selalu memujamu. Kamu merindukan kasih sayangnya bahkan kamu sangat ingin memiliki kasih sayangnya kembali. Kamu sangat sangat ingin memeluknya dengan erat, mendekap dirinya, segala ketulusan yang ada pada dirinya yang tak akan pernah lagi kamu temukan dalam diri orang lain yang pernah dekat dalam hidupmu. Saat itu, kamu akan menyadari dia yang telah kamu sia-siakan itu adalah sosok yang kuat, yang selalu berjuang untuk mu, cintanya yang mampu menanggung kesedihan dan beban yang kamu berikan padanya. Yang tidak pernah meninggalkanmu walaupun saat itu dia punya seribu alasan untuk meninggalkanmu. Yang tidak pernah meninggalkanmu yang seringkali kamu menyakitinya. Yang selalu menjagamu agar tak tersakiti sedikitpun. Yang selalu memperhatikanmu yang seringkali kamu mengabaikannya. Yang dengan beraninya tetap mencintai kamu meski kamu yang selalu membuatnya sedih dengan segala sikap dan perbuatanmu. Sosok yang menerima segala kekurangan dan keegoisanmu dengan hatinya yang terluka. Sosok yang menerima segala perlakuanmu yang acuh tak acuh terhadap perasaannya dengan kesabarannya. Sosok yang memberimu cinta, senyum, rasa bangga, hingga air matanya yang mengalir.. Semua hanya karena dirimu. Sosok yang tetap setia padamu yang sering membiarkan dia kesepian. Sosok yang tetap menginginkanmu, membutuhkanmu meski kamu yang tidak pernah hadir untuknya dikala kamu adalah orang yang paling ia butuhkan lebih dari siapapun. Sosok yang selalu memaafkanmu yang seringkali kamu mengulangi kesalahan yang sama :)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/marken.nainggolan/jangan-menyia-nyiakan-ketulusan-seseorang-yang-mencintaimu-bagian-1_54f5f89ca333117d028b469a
Kamu tau.. ketika kamu merasa sempurna, merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri. Tidak ada orang yang menemani hidupmu. Segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan. Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri. Kamu tau.. ketika kamu merasa banyak orang yang akan jatuh cinta padamu dan mencintaimu, saat itu kamu tidak akan menyadari bahwa kamu akan dibutakan oleh semua itu. Kamu tidak akan menyadari saat seseorang yang dengan tulusnya mencintaimu telah kamu sia-siakan. Kamu tidak akan tau bagaimana orang itu dengan hatinya yang ikhlas menerima segala perlakuanmu, sikap dinginmu, ketidakperdulianmu bahkan (mungkin) pengkhianatan yang telah kamu lakukan padanya. Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyianyiakan cintanya karena pikiranmu yang mengatakan bahwa kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari dia.. bahwa dia bukanlah segala-galanya buatmu dan tak akan berarti apa-apa.. bahwa kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik darinya dan kamu akan banyak dicintai oleh orang lain selain dia. Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyianyiakan cintanya karena kamu pun begitu sibuk memperhatikan yang lain. Kamu tak akan menyadari kasih sayangnya yang tulus kepadamu. Kamu tak akan menyadari cintanya yang mencintaimu begitu sederhana..namun sempurna. Kamu lupa bukan banyak cinta dan kesenangan yang kamu cari dalam hidupmu. Kamu lupa bukanlah kecantikan, ketampanan, keindahan yang kamu butuhkan untuk melengkapi hidupmu.. tapi seseorang yang memiliki hati bersih dan tulus yang menerima segala kelebihan dan kekuranganmu, yang tidak menuntutmu untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu, yang tak pernah meminta imbalan apapun.. kecuali berharap kamu mencintai dia setulus hatimu. Berharap kamu mampu menyadari bahwa cintanya berharga TAPI kamu akan melupakan segalanya itu jika kamu tertutupi oleh kepercayaan dirimu yang berlebihan sehingga menjadikanmu sosok yang sombong dan keegoisanmu yang begitu besar, Lalu kamu akan melewatkan kesempatanmu mendapatkan kesempurnaan dalam hidupmu pada saat kamu meninggalkannya. Lalu ketika kamu tengah dalam keterpurukan, berada dalam kesendirian dan kesepian ditengah kehidupanmu.. kamu tidak memiliki siapa-siapa. Ketika kamu menginginkan ada ketulusan yang diberikan seseorang padamu, semua orang yang kamu harapkan menjauh dan tak bisa memberikan ketulusan yang kamu harapkan. Semua orang yang kamu harapkan malah pergi meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan mereka dan kamu sangat kecewa. Lalu kamu akan teringat padanya, pada seseorang yang pernah mencintaimu dengan hatinya yang tulus seperti yang kamu harapkan saat ini. Lalu kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu padanya. Kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu yang tak pantas padanya. Bagaimana kamu menyia-nyiakan hidupnya, waktunya dan cintanya. Bagaimana kamu membuatnya jatuh didalam kekecewaan dan kesedihan. Bagaimana kamu mendera hatinya yang tulus mencintai kamu dengan luka-luka. Tiba-tiba kamu sangat merindukannya, menginginkan dia ada disampingmu, menemanimu melewati keterpurukanmu. Kamu merindukan segala kesabaran yang dia berikan padamu. Kamu merindukan saat-saat canda tawa bersamanya dulu. Kamu merindukan perhatian yang selalu ia berikan padamu. Kamu merindukan dia yang selalu menantikanmu. Kamu merindukan dia yang selalu memujamu. Kamu merindukan kasih sayangnya bahkan kamu sangat ingin memiliki kasih sayangnya kembali. Kamu sangat sangat ingin memeluknya dengan erat, mendekap dirinya, segala ketulusan yang ada pada dirinya yang tak akan pernah lagi kamu temukan dalam diri orang lain yang pernah dekat dalam hidupmu. Saat itu, kamu akan menyadari dia yang telah kamu sia-siakan itu adalah sosok yang kuat, yang selalu berjuang untuk mu, cintanya yang mampu menanggung kesedihan dan beban yang kamu berikan padanya. Yang tidak pernah meninggalkanmu walaupun saat itu dia punya seribu alasan untuk meninggalkanmu. Yang tidak pernah meninggalkanmu yang seringkali kamu menyakitinya. Yang selalu menjagamu agar tak tersakiti sedikitpun. Yang selalu memperhatikanmu yang seringkali kamu mengabaikannya. Yang dengan beraninya tetap mencintai kamu meski kamu yang selalu membuatnya sedih dengan segala sikap dan perbuatanmu. Sosok yang menerima segala kekurangan dan keegoisanmu dengan hatinya yang terluka. Sosok yang menerima segala perlakuanmu yang acuh tak acuh terhadap perasaannya dengan kesabarannya. Sosok yang memberimu cinta, senyum, rasa bangga, hingga air matanya yang mengalir.. Semua hanya karena dirimu. Sosok yang tetap setia padamu yang sering membiarkan dia kesepian. Sosok yang tetap menginginkanmu, membutuhkanmu meski kamu yang tidak pernah hadir untuknya dikala kamu adalah orang yang paling ia butuhkan lebih dari siapapun. Sosok yang selalu memaafkanmu yang seringkali kamu mengulangi kesalahan yang sama :)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/marken.nainggolan/jangan-menyia-nyiakan-ketulusan-seseorang-yang-mencintaimu-bagian-1_54f5f89ca333117d028b469a

Minggu, 10 Juli 2016

4 PONDASI PENTING DALAM SEBUAH HUBUNGAN



1. Kejujuran

Kejujuran menjadi salah satu hal yang penting dalam sebuah hubungan. Tidak mungkin sebuah hubungan akan bisa bertahan kokoh tanpa adanya sebuah kejujuran dari masing- masing pihak. Kata “jujur” mungkin terdengar mudah, namun tidak banyak orang bisa melakukannya, alasannya mereka berbohong demi kebaikan. Padahal tidak ada bohong yang baik. Mungkin baik pada awalnya tapi akan berdampak buruk pada akhirnya karena tidak ada satupun orang di dunia ini yang suka di bohongi. Jadi apapun itu usahakan selalu jujur dengan pasangan kita. Mereka yang benar-benar mencintai kita akan selalu bisa mengeluarkan kata maaf untuk kita.

2. Kepercayaan

Ketika kepercyaan dari seeorang sudah tercederai maka selamanya hal itu tak akan kembali lagi, itulah mahalnya harga kepercayaan. Dalam sebuah hubungan, kepercayaan juga tak kalah penting. Saling percaya satu sama lain adalah kuncinya. Mustahil sebuah hubungan akan berlangsung lama jika kepercayaan hanya di miliki oleh salah satunya saja. Rasa percaya terhadap pasangan juga bisa menghilangkan rasa cemas dan pikiran negative. Ketika kita sudah percaya terhadap seeorang, kita tidak akan berpikir macam- macam tentangnya. Curiga boleh saja asalkan tidak terlalu sering. Nah, ketika seeorang sudah mempercayai kita sepenuhnya, kita tidak boleh menodai kepercayaan tersebut. Ibaratkan sebuah kaca, ketika dia sudah hancur meskipun direkatkan kembali, bentuknya tidak akan bisa sama seperti semula. Begitu juga kepercayaan, sekali sudah ternodai, tidak akan bisa kembali seperti semula.

3. Komitmen

Komitmen adalah ikrar dari dua orang untuk saling menjaga hubungan dan kesetiaan. Sebuah hubungan harus di dasari dengan sebuah komitmen dari masing- masing pasangan. Ketika komitmen sudah dipegang teguh oleh keduanya maka tidak akan ada yang bisa menggoyahkan hubungan tersebut.

4. Komunikasi

Komunikasi adalah hal paling sederhana yang bisa di lakukan untuk menjaga hubungan agar tetap langgeng. Kenapa begitu, karena dengan komunikasi tidak akan terjadi salah paham antara satu sama lain. Hal ini terlihat sepele tapi benar-benar berpengaruh besar terhadap sebuah hubungan. Komunikasi tidak harus dalam suasana atau yang serius, hal ini bisa dilakukan ketika sedang makan, jalan-jalan ataupun sambil nonton tv. Hal yang di bahas juga tidak selalu harus hal yang serius. Intinya jangan menyimpan segala sesuatu sendiri, hal sekecil apapun itu penting sekai untuk di komunikasikan.

Menjaga hubungan agar tetap langgeng itu memang tidak gampang, harus ada kesadaran dari masing- masing pihak.

Jumat, 08 Juli 2016

PERTAMA AKU KETEMU KAMU


“ Bagai melihat pelangi di tengah rintik hujan, kau mengalihkan pandanganku saat pertama kali melihatmu “



“ Lihatlah, bagaimana aku terpaku diam membisu saat menatap wajahmu, hingga aku lupa untuk berkedip !”


“kini semua hari serasa menjadi malam karna ada kau sebagai bintang di hatiku “

“ Alangkah indah tutur katamu, lembut terngiang-ngiang ditelingaku membuatku serasa melayang padahal kakiku masih berpijak di tanah “

“ Sejak kali pertama jumpa, kau mulai tinggal di dalam fikiranku, dan menguasai hatiku yang rindu ingin berjumpa lagi denganmu “

“ Ada benih-benih cinta yang kau tabur di dalam hatiku, tanpa kau sadari ada hati yang ingin untuk mengetuk pintu hatimu “

“ Saat pertamakali berjabat tangan denganmu, aku yakin kelak aku akan terus menggandeng tanganmu untuk bersama menyusuri jalan hidup ini “


“ Hadirmu seperti mentari yang menyambut pagi, menghangangatkan hatiku yang dingin melewati malam yang sepi “

“ Seperti bunga yang mekar di kala musim semi, sangat indah. Begitulah saat kali pertama aku bertemu denganmu, ada keindahan yang sulit kulukiskan “

“ Jangan salahkanku karna kini namamu terukir indah di hatiku, karna cinta tak pernah permisi untuk singggah di hati “

“ Cinta tak bisa melihat, maka dari itu cinta tak pernah memilih untuk menghampiri. Seperti kini cinta dihatiku tlah tumbuh untuk kupersembahkan untukmu si pencuri hatiku “

“Setelah mengenalmu, aku ingin menjadi perampok yang mencuri hatimu, ingin menjadi pekebun yang menanam benih cinta dihatimu “

“ Ajari bagaimana aku melupakanmu, karna kau senantiasa ada di setiap pandanganku, Bayangmu selalu hadir di mimpiku, suaramu slalu terngiang di teligaku, kau ada difikiran dan hatiku sejak pertama kali jumpa denganmu, aku jatuh hati padamu “

“ Senyummu lebih cepat dari anak panah yang melesat, menembus hatiku yang bergetar karna cinta “

"terimakasih sayang atas semua waktu yang kau berikan untuku"

"I Love You  Ani"

Kamis, 07 Juli 2016

BERBAGI CERITA

Aku merasa makin melemah seiring berjalannya sang waktu. Aku juga kerap merasa bahwa kesombongan makin lekat padaku. Dan aku sebenarnya sangat yakin bahwa sekarang aku adalah salah satu mahluk ciptaan-Nya yang paling kesepian. Sementara begitu banyak umat di seluruh negeri berpesta pora dengan hidupnya, aku hanyalah bisa meringkuk. memeluk bantal kesepian ditemani guling kegelisahan. Tidak hanya sekali atau dua kali aku berusaha tertawa…ha..ha..ha..atau tersenyum..he..he..he..tapi tetap saja aku merasa menjadi salah satu mahluk yang kesepian.
Pernah suatu hari yang terik aku melewati jalanan yang hanya berisi debu kotor nan pengap, tanpa kusadari disisi sebelah kiriku sudah berada kendaraan yang berisi keranda jenazah. Alat pengangkut dari dunia nyata ke dunia kubur. Jika biasanya aku selalu terbirit-birit karena kematian selalu nampak menakutkan namun hari itu entah kekuatan dari mana aku begitu tak peduli hingga memutuskan untuk mengikuti kemana kendaraan pembawa keranda tersebut berhenti. Akhirnya pada suatu tanah yang lapang, yang hampir semua berisi gundukan-gundukan merah sama rata, kendaraan itu berhenti. Aku terhenyak menyaksikan wajah pucat pasi yang hening, diam tak bersuara. Dari ujung kepala hingga kaki terlihat kaku seolah membatu.
Prosesi demi prosesi terselesaikan tanpa kendala, kecuali cucuran airmata yang meleleh bak es antartika. Aku tidak bisa menyimpulkan dari mereka mana yang sanak saudara atau hanya sekedar sahabat, yang pasti melihat sosok yang menuju liang lahat bukanlah pemandangan untuk di kenang, namun lebih pantas untuk di tangisi.
Aku berlalu seiring kendaraan pembawa keranda tersebut berlalu tanpa jenazahnya. Pada akhirnya yang bisa kulakukan hanyalah termenung, termenung dan termenung. Apakah kelak jika aku beranda dalam keranda tersebut, aku masih tetap merasa sendiri dan kesepian ? Atau mungkin sebaliknya, saat aku berada dalam keranda justru membuat hidupku jauh dari rasa sepi. Karena bisa jadi kesepian hanyalah milik orang-orang yang hidup tanpa kehidupan, kesepian hanyalah titik tertinggi dari sebuah kecemasan yang tak terobati, kesepian bisa juga berarti klimak dari ketidaknyamanan diri menerima kenyataan. Dan dari kesemua itu akulah pelakunya, kesepian ini bisa jadi tercipta karena aku tanpa sengaja membuat formulanya dan melupakan penawarnya.
Aku kesepian. Hanya itu yang ingin kukatakan. Karena keseharian yang kujalani tak pernah jauh dari kegelisahan. Mungkin aku hanya tinggal menunggu waktu, bahwa suatu hari kelak kesepian ini akan membunuhku dengan pasti.